Website Review Web Hosting Terbaik

Web Hosting Terbaik 2017

Baca review kami atau tulis reviewmu

5 Web Hosting Terbaik Indonesia 2017

Berikut ini adalah daftar hosting terbaik Indonesia pilihan duelhosting. Dengan posisi server di Indonesia, hosting ini cocok untuk website dengan target pengunjung Indonesia.

Shared Terbaik Nusantarahost Review

Nusantarahost Review

Kelebihan utama Nusantarahost adalah paket shared hostingnya sangat bertenaga. Kami jarang / belum pernah melihat shared hosting dengan alokasi sumber daya server sebesar Nusantarahost paket bisnis. Belum lagi bila dibanding dengan harga perbulannya yang terhitung murah. Nusantarahost merupakan pilihan terbaik jika anda mencari shared hosting yang sangat mumpuni.

8.5
Pilihan Kami 2 Niagahoster Review

Niagahoster Review

Fitur yang diberikan Niagahoster mengungguli banyak web hosting Indonesia lainnya. Harga perbulan juga sangat murah dibandingkan dengan fitur-fitur yang akan Anda dapatkan. Didukung spesifikasi server yang mumpuni dan data center tier 3 milik Biznet. Niagahoster merupakan salah satu web hosting terbaik Indonesia.

User rating:
8.3
3 Ardetamedia Review

Ardetamedia Review

Ardetamedia menawarkan shared hosting yang sangat bertenaga di kelasnya. Banyaknya pilihan upgrade, merupakan kelebihan utama Ardetamedia. Jika shared hosting tidak mencukupi Anda bisa upgrade ke VPS atau bahkan dedicated server. Harga Dedicated server Ardetamedia, termasuk salah satu yang terbaik.

8.2
4 Dewaweb Review

Dewaweb Review

Dengan teknologi cloud hosting, Dewaweb cocok bagi yang mengutamakan kehandalan dan performa tinggi. Banyak pilihan lokasi server terutama untuk VPS, sangat memudahkan Anda. Namun harga sewa yang mahal dan kapasitas penyimpanan yang kecil mungkin membuat Anda berpikir ulang.

8.1
5 Jogjahost Review

Jogjahost Review

Performa server shared hosting Jogjahost sangatlah bertenaga, cukup jauh diatas tawaran web hosting lain. Banyaknya pilihan paket juga sangat memudahkan jika Anda ingin melakukan upgrade. Namun tidak adanya server luar negeri perlu Anda pertimbangkan.

8

5 Web Hosting Luar Negeri Terbaik 2017

Hosting luar negeri atau USA umumnya memberikan perbandingan fitur, performa dan harga yang lebih baik dibanding web hosting Indonesia. Kelemahan utama terletak pada tidak ada pilihan server Indonesia, komunikasi dalam bahasa inggris, serta pembayaran yang tidak bisa melalui tranfer bank.

Pilihan Kami A2hosting Review

A2hosting Review

A2hosting fokus pada 2 hal yang paling penting, yaitu kecepatan dan kehandalan (uptime), dan mereka yang terbaik dalam hal ini. Pengguna Indonesia juga tidak perlu kuatir, karena A2hosting mempunya server lokasi Singapura, lokasi terbaik untuk akses dalam dan luar negeri. Tanpa ragu A2hosting kami pilih sebagai web hosting terbaik luar negeri.

9.2
Harga Terbaik 2 Fastcomet Review

Fastcomet Review

Fastcomet kami pilih sebagai web hosting luar negeri dengan "Harga Terbaik". Hal ini merupakan kombinasi dari performa dan kehandalan yang sangat baik, dan tentu saja harga berlangganan yang sangat terjangkau.

9
3 Inmotion Hosting Review

Inmotion Hosting Review

Web hosting yang sudah ternama umumnya memberikan pelayanan yang kurang baik, tapi tidak begitu dengan Inmotion Hosting. Web hosting ini memiliki performa yang sangat stabil dan cepat. Anda yang membutuhkan web hosting berpengalaman dan ternama, Inmotion Hosting bisa Anda pilih. Tapi ingat, mereka hanya mempunyai server di US saja.

8.6
4 TMDHosting Review

TMDHosting Review

Kelebihan utama TMDHosting terletak pada kinerja yang cepat dan stabil serta banyak pilihan lokasi server, termasuk Singapura. Yang perlu diingat, harga murah hanya bila Anda berlangganan setahun, untuk harga bulanan, biayanya melonjak jauh.

8.4
5 Greengeeks Review

Greengeeks Review

Greengeeks mempunyai konsep unik, yaitu web hosting yang ramah lingkungan. Tidak hanya eco friendly, Greengeeks juga web hosting yang sangat cepat, dengan fitur "unlimited" dan gratis domain. Namun tidak ada pilihan server Singapura patut Anda pertimbangkan.

8.3

Tentang Web Hosting

Panduan dan Tutorial Singkat

Ketika memilih web hosting, Anda akan mendapati beberapa istilah teknis. Beberapa istilah itu mungkin membingungkan Anda. Jangan kuatir, berikut saya tuliskan panduan singkat tentang web hosting, semoga panduan ini memudahkan Anda dalam memilih web hosting terbaik Indonesia atau luar negeri.

Apa Itu Web Hosting?

Apabila Anda menonton video di Youtube, Anda tinggal klik play dan video bisa Anda tonton. Tapi pernahkah Anda berfikir, dimana letak file video tersebut? File video yang Anda tonton tersebut berada di komputer server Google. Kemungkinan besar di server Singapura. Ketika Anda klik play, file yang berada di server Singapura dikirim / stream ke komputer Anda (dan jutaan orang lain) hanya dalam hitungan detik.

Server itu sendiri tidak jauh beda dengan komputer yang sering Anda pakai. Perbedaan utama adalah, komponen server di desain lebih bertenaga dan tahan untuk dihidupkan 24 jam non stop.

Karena website Youtube diakses oleh jutaan orang bersamaan, maka dibutuhkan lebih dari 1 server. Kumpulan server-server itu ditempatkan dalam 1 ruangan yang dinamakan data center.

Sampai disini, saya harap Anda sekarang sudah lebih mengerti tentang apa itu server dan data center. Mari kita lanjut ke pembahasan web hosting.

web hosting data center

Ini adalah data center yang berisi beberapa server.

Jika Anda ingin memiliki website seperti Youtube, Anda harus menempatkan website Anda ke dalam komputer server. Sebagian besar dari kita tentu tidak tahu cara membuat server hosting, belum lagi biaya besar yang harus dikeluarkan, disinilah perusahaan web hosting menjadi perantara.

Perusahaan web hosting mempunyai data center (kumpulan beberapa server) yang siap pakai. Ketika Anda berlangganan web hosting, pada dasarnya Anda menyewa komputer server dan koneksi internet milik mereka.

Perusahaan web hosting juga menyediakan tool / software untuk mempermudah Anda dalam mengelola website. Dengan menggunakan jasa web hosting, website Anda bisa diakses di seluruh dunia hanya dalam hitungan menit.

Jenis Paket Web Hosting

Jika Anda mengunjungi salah satu situs web hosting, Anda akan ditawari beberapa pilihan paket, seperti misalnya shared hosting atau VPS. Mungkin timbul pertanyaan, apa itu shared hosting? apa itu VPS? apa perbedaan shared hosting dan VPS?

Mari kita bahas masing-masing paket tersebut. Apa yang membedakan antara tiap pilihan itu dan yang mana yang terbaik untuk Anda.

Shared Hosting

diagram shared hosting

Shared hosting adalah paket yang paling popuper. Hal ini karena ini shared hosting memiliki harga yang paling terjangkau dan paling mudah digunakan.

Seperti yang sudah disebutkan diatas, ketika Anda berlangganan web hosting, Anda menyewa server milik mereka. Pada shared hosting, untuk menekan harga jual, 1 server disewakan kepada beberapa orang sekaligus.

Agar server tidak kewalahan, tiap pelanggan diberi batasan, seperti batasan jumlah memori yang bisa digunakan, prosentase CPU maksimum dan sebagainya.

Kelemahan utama shared hosting adalah kinerja. Karena 1 server digunakan banyak pelanggan, apabila ada beberapa website yang menguras tenaga server, website-website yang lain bisa jadi ikut melambat.

Belum lagi ada (banyak) web hosting yang melakukan oversell. Misalnya 1 server didesain untuk menangani maksimal 500 pelanggan. Tiap pelanggan diberi batasan sumber daya maksimum yang boleh digunakan. Pada prakteknya banyak pelanggan yang tidak menggunakan seluruh batasan sumber daya tersebut, dengan asumsi itu, pihak web hosting merasa aman menjejalkan lebih dari 500 pelanggan dalam 1 server. Tindakan ini disebut overselling.

Selama banyak pelanggan tidak menggunakan batas maksimum sumber daya yang mereka peroleh, hal ini tidak jadi masalah. Tapi bagaimana seandainya rata-rata pelanggan menggunakan batas maksimal mereka? jawabannya sudah jelas, server akan kewalahan, sehingga website Anda (dan pelanggan lain) akan melambat atau bahkan tidak bisa diakses (down).

Pada umumnya shared hosting sudah mencukupi untuk sebagian besar website. Tapi apabila akses website Anda terasa mulai melambat, itu adalah salah satu pertanda, website Anda sudah melewati batasan yang ditetapkan, dan saatnya beralih ke paket yang lebih tinggi (mahal) atau pindah ke web hosting lain.

Walaupun konsep shared hosting itu sama pada semua perusahaan, tapi tiap perusahaan memberikan batasan sumber daya yang berbeda, spesifikasi server yang berbeda dan lain sebagainya. Agar Anda tidak perlu susah payah mencoba atau meneliti tawaran berbagai web hosting, Anda bisa membaca review kami. Berikut shared hosting yang kami rekomendasikan: NiagahosterNusantarahost.

 

Virtual Private Server (VPS)

diagram virtual private server VPS

VPS adalah paket diatas shared hosting yang menawarkan kinerja lebih tinggi. Dengan VPS Anda tetap berbagi 1 server dengan pengguna lain, yang membedakan VPS dengan shared hosting adalah proses pembagian sumber daya tersebut.

Pada shared hosting, 1 server dipakai “keroyokan” bersama pengguna lain, jadi seperti sewa gedung, dimana 1 gedung ditinggali oleh banyak orang. Pada VPS tiap pelanggan diberi bagian yang lebih jelas. Karena itu ketika menyewa VPS, Anda mendapati pilihan alokasi seperti: RAM 1GB, processor 2GB, dan seterusnya. Alokasi itu khusus hanya untuk Anda. Jadi kalau dianogikan, VPS seperti menyewa apartemen. Tetap dalam 1 gedung, tapi Anda mendapat ruang sendiri.

Karena alokasi sumber daya sudah terbagi dengan jelas, apabila ada website yang bermasalah (misal menggunakan sumber daya berlebihan), website lain tidak akan terkena imbas.

Kelebihan lain dari VPS, Anda bisa dengan mudah mengubah alokasi sumber daya yang dibutuhkan. Jadi Anda bisa menambah RAM atau mengupgrade processor server VPS Anda dengan mudah. Hal ini tidak mungkin dilakukan pada shared hosting.

VPS menawarkan kinerja dan kestabilan yang jauh lebih baik dibanding shared hosting.

Kelemahan utama dari VPS adalah lebih sulit dioperasikan terutama untuk pemula. Pada shared hosting, semuanya sudah siap pakai, bisa dibilang Anda cukup upload file dan website sudah siap digunakan berikut emailnya.

Pada VPS khususnya unmanaged VPS, Anda harus mengatur sendiri. Mulai dari menginstall operating sistem, software yang dibutuhkan untuk proses hosting dan sebagainya. Kelebihan dari unmanaged VPS adalah harga sewa yang sama atau lebih murah dibanding shared hosting.

Apabila Anda tidak ingin melakukan itu, Anda bisa menyewa managed VPS, pada managed VPS, staff hosting akan melakukan sebagian proses itu untuk Anda, sayangnya harga sewanya menjadi melejit jauh diatas harga sewa shared hosting.

Namun jangan kuatir, Duelhosting memiliki solusi. Dengan panduan kami, Anda bisa memilih unmanaged VPS seharga $5 sebulan, tapi dengan pengoperasian semudah shared hosting.

Cloud Hosting

diagram cloud hosting

Cloud hosting (cloud VPS) mirip dengan VPS, tapi pada cloud hosting, website Anda akan diletakkan pada beberapa server fisik yang berbeda. Hal ini memberi keuntungan dari sesi kestabilan. Apabila ada server yang bermasalah, website Anda tidak akan down, karena terdapat backup server-server yang lain.

Karena menggunakan beberapa server, opsi upgrade sumber daya (CPU, RAM, dll) juga lebih banyak dibanding VPS biasa.

Cloud hosting cocok untuk Anda yang sangat memprioritaskan kestabilan website.

Dedicated Server

diagram dedicated server

Sesuai namanya, dengan dedicated server Anda menyewa server khusus untuk Anda, tidak dibagi dengan pelanggan lain. Paket hosting dedicated server ini sangat mahal dibanding shared hosting, tapi karena hanya Anda yang bisa menggunakan server itu, maka tentu saja kinerjanya sangat jauh dibanding paket yang lain.

Seperti halnya VPS, Anda yang bertanggung jawab sendiri terhadap server itu. Anda yang harus mengelola server tersebut. Anda bisa juga memesan paket managed server yang pastinya harus ditebus dengan harga yang lebih mahal.

Dedicated server cocok untuk perusahaan besar atau website yang sangat populer (misalnya seperti situs media detik).

Paket lain

Reseller hosting

Reseller hosting adalah paket hosting yang didesain untuk dijual kembali. Dengan menggunakan reseller hosting, Anda bisa menentukan harga sewa, membuat pilihan paket dan sebagainya.

Anda bisa menjadi seperti perusahaan web hosting tanpa harus membuat / menyewa data center sendiri. Bahkan ada kemungkinan, tanpa Anda ketahui, web hosting yang Anda gunakan sekarang sebenarnya adalah reseller dari web hosting lain.

Paket reseller hosting tidak hanya digunakan oleh yang ingin menjual kembali. Karena alasan kenyamanan dan keamanan, banyak yang menggunakan reseller hosting untuk dipakai sendiri.

Pada shared hosting, ketika Anda memasukkan lebih dari satu website (addon domain) pada 1 akun, maka semua website Anda harus diakses melalui satu control panel (cPanel). Pada reseller hosting, Anda bisa membuat control panel terpisah untuk setiap website. Seandainya salah satu akses control panel Anda dihack, website yang lain masih aman, karena menggunakan login control panel yang berbeda.

Jika Anda memiliki banyak website, dibandingkan shared hosting kami menyarankan pilihlah paket reseller hosting.

WordPress Hosting

Sebagian besar website di internet dibuat menggunakan WordPress. Kesempatan ini digunakan oleh beberapa web hosting dengan menawarkan paket WordPress Hosting.

Sesuai namanya, paket ini hanya bisa digunakan untuk website berbasis WordPress. Kelebihan paket ini adalah, server yang dioptimalkan hanya untuk WordPress, sehingga website Anda lebih cepat dibanding paket shared hosting. Selain itu Anda akan mendapatkan tim support khusus yang lebih kompeten dalam menangani berbagai masalah terkait WordPress.


Apa itu Domain?

apa-itu-domain

Mungkin Anda bingung, apa perbedaan antara web hosting dan domain. Sederhana kok, domain adalah nama website Anda. Contohnya duelhosting.com, ini adalah nama domain kami.

Agar bisa menggunakan nama domain, Anda harus membeli atau lebih tepatnya menyewa terlebih dahulu. sewa minimum domain adalah 1 tahun.

Anda bisa mendaftarkan / membeli domain melalui tempat Anda berlangganan web hosting. Tapi Anda tidak harus membeli domain di web hosting langganan Anda. Anda bisa mendaftar domain di perusahaan A, dan menyewa web hosting di perusahaan B. Bahkan ada perusahaan yang hanya mengkhususkan pada bidang domain saja (domain registrar).

Ektensi Domain

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah .com (dot com). Com ini adalah kependekan dari commercial, karena awal mulanya com ditujukan untuk website komersil. Selain .com ada pula .org, kependekan dari organisation dan banyak lainnya. Semua ini disebut sebagai ektensi domain.

Ketika Anda mendaftarkan domain, Anda akan disuguhi dengan pilihan ektensi ini. Tiga ektensi domain yang paling terkenal adalah: .com, .net, .org. Ektensi-ektensi domain ini juga disebut sebagai TLD (Top Level Domain).

Ada juga ccTLD (Country Code TLD), yaitu ektensi domain khusus untuk negara tertentu. Misalnya ektensi untuk domain domisili indonesia adalah: .id atau co.id. Amerika Serikat: .us. Inggis: .uk dan sebagainya.

Jadi ketika mendaftarkan domain, Anda memilih nama domain yang belum dipakai, baru kemudian ektensi domain. Pada website kami, nama domain yang kami pilih adalah “duelhosting”, ektensi yang kami gunakan .com.

Perlu diingat, meskipun ada website yang memiliki nama domain yang sama, tapi jika beda ektensi, bisa saja website itu dimiliki oleh orang yang berbeda. misalnya, website kami saat ini berada di : duelhosting.com. Seperti Anda ketahui, ada banyak kombinasi ektensi domain, misal: duelhosting.id, duelhosting.org dan lain lain. Kalau kami tidak mendaftarkan ektensi itu, orang lain bisa memiliki nama domain tersebut.

Seandainya Anda bertanya, yang kami daftarkan (saat ini) hanya duelhosting.com. 🙂


Demikian tutorial singkat tentang web hosting. Kalau Anda ingin belajar web hosting lebih lanjut, seperti cara membuat website dan semacamnya, gunakan menu diatas.

Jika Anda punya pengalaman baik ataupun buruk ketika berlangganan web hosting, tuliskan review Anda di website kami.